Showing posts with label kesehatanbalita. Show all posts
Showing posts with label kesehatanbalita. Show all posts

Monday, 30 May 2016

Tips Merawat Kesehatan Bayi dan Balita

Adsense Indonesia Hasil gambar untuk balita lucuBagi orang tua, menjaga kesehatan bayi atau balita mereka merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan. Setiap orang tua pastinya akan bahagia jika melihat buah hatinya tumbuh sehat dan tidak sakit-sakitan. 

Jika suatu ketika sang buah hati mengalami sakit, tentu orang tua akan merasa bersedih. Mereka akan segera membawa anak mereka ke dokter untuk mengetahui jenis penyakit dan cara penyembuhannya. 

Selain berbekal cinta dan kasih sayang kepada buah hati, orang tua yang bijak seyogyanya memiliki bekal pengetahuan terhadap perawatan bayi dan balita. Hal ini dimaksudkan agar buah hatinya senantiasa dalam keadaan sehat dan berkembang dengan sempurna. Berikut ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan bayi dan balita anda.


Cara Merawat Kesehatan Bayi dan Balita


1. Menjemur bayi di pagi hari 
Bayi perlu dijemur di pagi hari untuk menghangatkan tubuhnya. Tapi anda tidak perlu melakukannya setiap hari. Cukup beberapa kali dalam seminggu. Sekalipun anda menjemur bayi, hendaklah hanya selama 10-15 menit sebelum jam 8 pagi. 

Selain untuk menghangatkan tubuh, menjemur bayi di pagi hari juga bermanfaat untuk menguraikan bilirubin menjadi senyawa yang larut dalam air dan dikeluarkan sebagi urin. 

2. Memberikan ASI botol saat bayi tidur 

Memberikan ASI botol sebetulnya berguna untuk meringankan tugas anda terutama di malam hari. Karena memberikan ASI botol saat bayi terbangun di malam hari dapat membuat anda lebih praktis dan sang bayi pun segera tidur kembali. 

Namun anda juga harus membatasi pemberian ASI melalui botol. Sebab ASI botol dalam jangka panjang dapat mengendap di gusi bayi. Selain itu, si kecil juga mudah terkena infeksi telinga karena susu yang diminum bisa masuk ke saluran eustachius yang menjadi penghubung antara tenggorokan bagian belakang dan telinga bagian belakang. 

Oleh sebab itu, jika anda harus memberikan ASI botol kepada buah hati, sebaiknya angkat sedikit kepala bayi agar lebih mendongak. Setelah itu, biakan sang bayi tertidur dan lepas botol susunya. Memberikan ASI botol juga berguna bagi anda yang sedang bepergian dan tidak ada tempat khusus untuk menyusui. 

3. Memandikan bayi dengan air dingin 
Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa memandikan bayi dengan air dingin dapat membuat daya tahan tubuh bayi lebih kuat. Tapi pendapat ini tidaklah benar. Sesungguhnya air dingin dapat membuat pembakaran dan metabolism tubuh bayi meningkat. Alhasil, makanan di dalam tubuh bisa habis untuk mengatur suhu tubuh. 

Bayi kemudian akan cepat kehabisan tenaga dan mudah sakit. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk memandikan bayi dengan air hangat. Mandikan bayi sebentar saja lalu segera hangatkan tubuh bayi dengan mengoles minyak telon. 

4. Bayi berliur 

Mitos lainnya tentang bayi: jika keinginan sang ibu ketika hamil tidak terpenuhi, sang bayi nantinya akan mudah berliur. Pernyataan ini tentu tidak benar. Suatu hal lazim jika bayi 
kerap meneteskan air liur pada usia tertentu. Sebab hingga umur 4 tahun, bayi akan secara aktif memperoduksi air liur. Tapi jika si buah hati meneteskan air liur berlebihan, kemungkinan ia terkena radang atau infeksi di rongga mulut. Bayi berliur juga dapat menjadi petanda bahwa gigi sang bayi akan tumbuh. 

5. Bayi mengompol 
Sampai bayi di usia 2 tahunan, wajar jika bayi masih mengompol. Sebab kontrol air seni si kecil belum berfungsi secara sempurna. Meski demikian, mengajarkan bayi untuk buang air seni akan lebih baik. Sehingga di usia berikutnya, ia sudah bisa mengontrol kandung kemihnya. Bila di usia 2 tahun ke atas si kecil masih sering mengompol, kemungkinan ia memiliki masalah biologis atau psikologis. 

6. Muntah sesudah makan 
Muntah adalah kondisi mengeluarkan cairan makanan atau minuman sesudah sang buah hati makan atau minum susu. Jika hal ini terjadi, kemungkinan sang bayi kekenyangan atau terdapat udara yang masuk saat makan atau minum. 

Muntah bisa terjadi jika anda memakaikan gurita terlalu kencang kepada bayi. Hal itu juga bisa terjadi jika anda salah memposisikan anak saat makan atau minum. Usahakan untuk membuat bayi bersendawa setelah makan atau minum. 

7. Menggendong bayi 

Menggendong bayi merupakan sebuah kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun. Memang terdapat kebahagian tersendiri ketika anda menggendong si kecil. Bayi juga akan merasa lebih tenang jika digendong. 

Namun, hal itu tidak sepenuhnya baik bagi sang bayi. Ia akan kesulitan untuk mengontrol emosinya jika terlalu sering digendong. Terlebih jika sang bayi mulai besar, ia akan terbiasa untuk meminta digendong dan malas untuk belajar berjalan. Oleh karena itu, anda juga harus pintar-pintar untuk mengkreasikan gerakan menggendong, seperti mengangkatnya tinggi-tinggi, mengayunkannya, dan beberapa variasi lainnya. 

8. Mengempeng 
Banyak orang yang beranggapan bahwa kebiasaan bayi mengempeng itu suatu hal lazim. Namun jika bayi di atas 2 tahun masih mengempeng, anda patut waspada. Jika bayi di atas 2 tahun masih mengempeng dengan dot atau menghisap ibu jari, bisa dibilang sang buah hati mengalami masalah psikologis. Oleh karenanya, anda harus kreatif dalam mengalihkan perhatian buah hati dengan hal lain agar ia lupa mengempeng. 

9. Bayi berkeringat 
Anggapan bahwa anak yang berkeringat itu pertanda sehat sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Berkeringat yang berlebihan itu bukan pertanda sehat. Bisa jadi sang bayi tengah mengalami gangguan, seperti stres, kinerja kelenjar gondok berlebihan, rendahnya kadar gula, dan berat badan yang berlebih. 

10. Vitamin untuk balita 
Apabila pola makan anak bagus, pemberian vitamin kepada balita tidak terlalu diperlukan. Jika ingin memberikan vitamin kepada anak, berikanlah sesuai kebutuhan dan petunjuk dokter anak. Misalnya saja, vitamin penambah napsu makan atau vitamin penambah zat besi, dsb. 

Demikian 10 tips sederhana untuk merawat dan menjaga kesehatan bayi dan balita.Bagi ibu muda yang memiliki anak pertama, wajar jika mereka sempat mengalami gugup atau bingung untuk merawat buah hati mereka. Namun seiring dengan berjalannya waktu, sang ibu akan dengan mudah melakukannya tanpa mengalami kesulitan yang berarti.

Tips Membersihkan Telinga Bayi


1. Hindari memasukan cotton bud ke liang telinga. Selain malah mendorong kotoran kian masuk ke dalam, juga rentan menyobek gendang telinga dan mencetus gangguan telinga tuli konduktif,  apalagi bayi  memiliki jarak rongga telinga lebih dekat  ke gendang telinga dibanding orang dewasa.
2. Bersihkan telinga bagian luar saja (daun telinga), caranya usap perlahan dengan kapas bersih.
3. Rutin ke dokter THT 6-8 bulan sekali untuk membersihkan kotoran di bagian dalam telinga,  terutama bila mengkristal.

Ciri Fisik Nyamuk Aedes Aegypti


Ini Ciri Fisik Nyamuk Aedes Aegypti
Sebagai masyarakat penghuni daerah tropis yang rentan terhadap nyamuk, kita perlu memahami dengan benar bagaimana nyamuk berkembangbiak, khususnya nyamuk aedes aegypti yang merupakan penyebab primer/utama penyakit demam berdarah (DBD) dan aedes albopictus yang merupakan penyebab sekunder DBD. Selain virus dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah, nyamuk aedes aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning dan chikungunya. Ahli Entomologi Kesehatan, Eny Sofiyatun, S.Si, M.Si, M.Sc, menjelaskan cara mengenali ciri-ciri fisik nyamuk penyebab DBD.
Nyamuk aedes aegypti memiliki ukuran sedang dengan tubuh berwarna hitam kecoklatan dan kaki yang panjang. Bedanya dengan nyamuk aedes albopictus adalah corak garis putih yang ada di dekat tubuh bagian kepala. Terdapat rambut-rambut tebal pada antena nyamuk aedes aegypti jantan yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Baik jenis aedes aegypti maupun aedes albopictus, nyamuk betina memerlukan cukup banyak asupan protein untuk memproduksi telur. Sedangkan nyamuk jantan tidak membutuhkan darah, mereka memperoleh energi dari bunga atau tumbuhan. Itulah sebabnya penularan penyakit hanya dapat dilakukan oleh nyamuk betina.

Waspadai gejala Umum DBD pada Anak


Menurut dr. Nathanne Septiandi, Sp.A dari Brawijaya Klinik, inilah 3 gejala umum Demam Berdarah pada anak :
1. Demam terus menerus dan tinggi mendadak di atas 38 derajat.
2. Timbul nyeri sendi, sehingga anak akan mengeluh pegal-pegal.
3. Mungkin disertai keluhan lain yang bisa berbeda pada setiap anak, seperti nyeri perut, pusing, radang tenggorokan, dan bisa juga disertai diare.

Saat Anak Dinyatakan Positif DBD

SEGERA LAKUKAN HAL INI

Yang harus dilakukan jika anak Anda dinyatakan positif Demam Berdarah, menurut dr. Nathanne Septhiandi, Sp.A dari Brawijaya Clinic :

1. Rawat Jalan
- Anak masih boleh rawat jalan jika jumlah trombositnya masih di atas 100.000.
- Tapi, anak harus diberi banyak minum. Bisa air putih, teh, atau cairan mengandung elektrolit seperti jus buah atau oralit.
2. Rawat Inap
- Jumlah trombosit di bawah 100.000
- Ada tanda-tanda seperti nyeri perut hebat, muntah, pendarahan, lemas dengan kondisi kaki dan tangan dingin.

4 Akibat Anak HOBI Menggigit Kuku

Hasil gambar untuk anak menggigit kuku

Jangan cuek dan membiarkan anak Anda yang hobi menggigit kuku. Kesannya memang sepele, tapi jika terus-menerus dibiarkan, inilah akibat yang akan terjadi pada si kecil : 
 
1. Jadi kebiasaan buruk. Kebiasaan ini akan membuat anak merasa nyaman dan mengganggu aktivitas lainnya. Misalnya, si kecil jadi enggan bermain di luar bersama teman-teman dan menjadi malas makan.
 
2. Mudah sakit. Ada banyak sekali kuman dan kotoran yang menempel di kuku, sehingga kebiasaaan menggigit kuku dapat meningkatkan kemungkinan si kecil terserang penyakit dan infeksi.
 
3. Kulit jari terkelupas dan berdarah. Kebiasaan menggigit kuku yang dilakukan rutin dapat menyebabkan kutikula mengelupas, sehingga menimbulkan infeksi pada kulit, memperburuk kondisi kuku dan  membuatnya tidak sehat.
 
4. Gangguan saraf. Balita yang gemar menggigit jari berisiko mengalami keracunan, salah satunya keracunan timah yang menumpuk pada kuku ketika anak bermain di dalam atau di luar rumah. Paparan timah ini akan memengaruhi perkembangan anak. Bila kebiasaan ini berlanjut, dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sistem saraf

Kiat Menjaga kesehatan Balita

Dengan fisik prima dan daya tahan tubuh maksimal bikin kuman penyakit enggan mendekati balita. Caranya agar anak tak mudah sakit sebenarnya tidak sulit. Simak 6 kiat menjaga kesehatan balita.

Jangan abaikan makan. Idealnya, batita mendapat asupan zat gizi seimbang agar mempunyai daya tahan tubuh yang cukup untuk menangkal penyakit. Hal ini bisa diperolehnya bila makanan mengandung ketiga golongan bahan makanan, yakni zat tenaga (karbohidrat dan lemak), zat pembangun (protein) dan zat pengatur (vitamin dan mineral). Komposisinya pun sebaiknya  50-70% karbohidrat, 20-30% lemak dan 10-15% protein. 

Susahnya, banyak juga balita yang picky eater, atau hanya suka makanan tertentu. Jangan khawatir, Anda bisa kok menyiasati balita yang suka pilih-pilih makanan. Kalau balita hanya suka mi, masukkan daging ayam, sayur sawi, timun, udang ke dalamnya, atau bentuk makanannya dalam bentuk yang menarik, seperti dibentuk seperti wajah orang. Pokoknya, buat balita seolah-olah tetap mengonsumsi makanan kegemarannya. 

Minum, pelepas dahaga. Selain makanan, jangan dilupakan asupan cairan buat batita. Sumber cairan penting adalah susu, jus buah dan air putih. Untuk susu, pilihlah yang sesuai usianya. Agar balita tidak keburu kenyang, berikan susu setelah balita makan. Setiap habis makan, berikan balita air putih dan sebagai selingan. Demikian juga jus, dapat diberikan sebagai selingan (snack) pada pagi dan sore hari. Ukuran pemberian per hari kira-kira susu sebanyak  2-3 gelas (@200 mililiter),  jus buah (120 mililiter), dan air  2-3 gelas.

Bersih di sana, bersih di sini.  Fisik prima tak hanya datang dari makanan. Kebersihan diri juga harus dijaga. Balita usia 2-3 tahun umumnya sudah bisa mencontoh orang lain. Untuk itu, biasakanlah batita untuk:
  • Mandi, sebaiknya 2 kali sehari. Biasakan balita untuk menyabuni seluruh tubuh, termasuk lipatan-lipatan tubuh. Selesai mandi, keringkanlah tubuhnya.
  • Gosok gigi, jumlah gigi batita sudah mulai banyak, jadi gunakan sikat gigi untuk membersihkan gigi. Jika batita sudah bisa berkumur, Anda boleh memberinya pasta gigi. Supaya batita mau sikat gigi, ajak ia sikat gigi bersama, batita biasanya senang meniru tingkah orangtuanya!
  • Cuci tangan. Ajari balita untuk cuci tangan dengan sabun setiap kali mau makan, sehabis makan, sehabis main di luar dan sehabis buang air. 
  • Cuci kaki. Biasakan batita mencuci kakinya setiap kali mau naik ke tempat tidur, sehabis bermain dan sehabis bepergian.
Ayo bergerak! Tak usah pusing kalau melihat balita aktif bergerak. Berlari, memanjat, dan sebagainya. Yang penting, Anda jangan lengah mengawasinya agar tidak terjadi hal yang membahayakan seperti tersengat listrik atau jatuh dari tangga. 

Setiap hari, anak sebaiknya bergerak minimal 1 jam (jumlah akumulatif). Tapi, jangan berlebihan pula, misalnya sampai lebih dari 2 jam per hari. Bentuk aktivitasnya dapat bermacam-macam, misalnya berlari, bermain bola bersama orangtua, berayun-ayun, atau bergoyang-goyang mengikuti irama lagu. Manfaat yang bisa dipetik bagi kesehatan tubuh balita, antara lain:
  • Aliran darah menjadi lancar.
  • Membuat daya tahan tubuh lebih baik.
  • Mengurangi risiko kegemukan dan metabolisme tubuh jadi oke.
Istirahat. Balita yang memiliki gangguan tidur, dikhawatirkan proses pengeluaran hormonnya terganggu. Akibatnya, terjadi gangguan pertumbuhan, misalnya mengganggu pembentukan sistim kekebalan tubuh balita, proses belajar dan daya ingat. 

Untuk itu, biasakanlah balita tidur siang sekitar 1-2 jam. Misalnya, setelah makan siang. Kalau Anda ibu bekerja, minta bantuan pengasuh. Total dalam sehari, balita membutuhkan 12-14 jam waktu tidur.

Imunisasi ulangan. Sudah melakukan imunisasi ulangan? Setelah balita merayakan ulang tahunnya yang  pertama, ingat bahwa sudah waktunya kembali untuk melengkapi imunisasi seperti imunisasi influenza, campak-gondongan-rubella dan cacar air. 

Pada balita usia 15 – 18 bulan, ada ulangan ke-4 imunisasi wajib polio dan DTP dan imunisasi yang dianjurkan, yaitu Hib dan Pneumokokus (PVC). Pada usia 2 tahun, balita dapat diberikan imunisasi Hepatitis A dan Thyphus. Tujuan imunisasi adalah agar zat kekebalan tubuh balita terbentuk, sehingga risikonya mengalami penyakit yang bersangkutan lebih kecil.  

Biaya imunisasi mahal? Bisa jadi. Tapi jika balita jatuh sakit, biaya pengobatan dan perawatannya mungkin akan jauh lebih mahal dibanding biaya imunisasi.